KETIKA MINAT BACA SEMAKIN RENDAH

Ketika Minat Baca Semakin Rendah

qw

“Mengapa Indonesia selalu tertinggal dari negara-negara lain?”, “Mampukah Indonesia menjadi negara maju?”. “Mampukah Indonesia mengejar ketertinggalan?”, dan “Mampukah Indonesia memperbaiki diri dengan kondisi yang kian parah ini?” Inilah sederet pertanyaan-pertanyaan yang sepertinya akan sangat sulit untuk kita jawab. Terlebih lagi dengan kondisi yang kita lihat sekarang, masalah yang semakin membludak, jawaban-jawaban yang kita harapkan tampaknya akan sangat sulit terwujud. Bukan tidak bisa, tapi sulit.

Namun, sekali lagi saya tekankan, bahwa ini tetaplah bukan  sebuah hal yang tidak memiliki jalan keluar. Sebab ternyata Sebuah jalan keluar telah lama dicetuskan oleh para pendahulu pemerhati bangsa. Namun, entah mengapa hal tersebut belum juga dilaksanakan secara maksimal oleh para pemangku jabatan yang ada di atas.

Para pendahulu telah menyepakati bersama bahwa untuk menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang maju dan diperhitungkan oleh negara lain, kuncinya sangatlah sederhana. Indonesia hanya butuh untuk mempermantap SDM. SDM yang mantap adalah SDM yang memiliki kemampuan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Sedangkan, cara terbaik untuk memeroleh ilmu pengetahuan ialah dengan memperbanyak ‘membaca’ buku. Sebab telah kita ketahui bersama bahwa buku merupakan jendela dunia.

Melalui buku, kita mampu menelanjangi dunia. Melalui buku, kita akan dengan sangat mudah melihat kondisi yang ada. Dengan mengetahui kondisi luar, maka akan mempermudah kita menentukan sikap dalam bertindak. Dengan membaca buku akan memaksa kita untuk tidak berpikir sempit. Dari hasil membaca itu pula kita dapat mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru. Dan ini tentu merupakan langkah awal dari sebuah kemajuan.

Kenyataan seperti ini justru jauh berbeda dengan kenyataan yang ada di negara kita. Satu hal yang harus kita akui bersama bahwa Indonesia bukanlah sebuah negara yang menjadikan membaca sebagai sebuah budaya. Hal ini terbukti, sejak dari kecil, orang tua kita lebih banyak memperdengarkan cerita ketimbang menyuruh kita untuk membaca sendiri. Sehingga tidak akan mengherankan pula, ketika hari ini kita hanya mampu menjadi pendengar yang baik untuk kemajuan-kemajuan dari negara-negara lain.

Oleh karena itu, saya merasa bahwa sudah saatnya kemalasan seperti ini dihentikan. Sudah saatnya perubahan kita laksanakan. Saya melihat, untuk mewujudkan sebuah perubahan dalam hal ini, maka permerintahlah yang harus berperan aktif. Pemerintah tidak boleh tinggal diam. Harus ada keselarasan. Percuma juga ketika masyarakat telah gemar membaca namun tidak didukung oleh pemerintah.

Berikut hal-hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah agar minat baca masyarakat bisa meningkat:

– Meningkatkan Sosialisasi

Hal yang dapat dilakukan adalah akan sangat baik ketika pemerintah mampu melakukan sosialisasi peningkatan minat baca hingga ke daerah-daerah pelosok. Memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada msayarakat akan pentingnya membaca. Dengan demikian masyarakat akan tersadarkan sedikit demi sedikit.

– Pengadaan Perpustakaan Desa

Pengadaan perpustakaan Desa saya rasa juga akan menjadi solusi paling jitu. Dengan keberadaan Perpustakaan Desa, maka lambat laun akan menstimulus masyarakat di desa untuk  membaca.

– Melaksanakan kegiatan-kegiatan berbasis gemar membaca

Langkah lain yang juga dapat dilakukan oleh pemerintah adalah melaksanakan kegiatan “bazaar buku” atau “Festival buku”, ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Terutama di kalangan remaja. Saya meyakini ketika pemerintah rutin mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersinggungan dengan peningkatan minat baca, pasti masyarakat akan terhipnosis dengan sendirinya untuk gemar membaca. Pemerintah tidak boleh setengah-setengah dalam melakukan upaya peningkatan minat baca masyarakat.

– Penyediaan buku Perpustakaan yang lebih Variatif

Selain itu, pemerintah, melalui Badan Perpustakaan Daerah yang ada di setiap daerah juga dapat menyediakan buku-buku yang menarik yang besifat Edutainment. Buku yang tidak hanya mengedukasi namun juga mengintertain. Lebih banyak buku akan semakin baik. Pemerintah tidak boleh pelit dalam urusan seperti ini. Sebab ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia untuk mencerdaskan anak bangsa.

Ketika hal tersebut dilaksanakan, pasti akan menarik masyarkat untuk berkunjung dan membaca di perpustakaan daerah. Pembaca tidak hanya membutuhkan informasi, mereka juga butuh kesenangan dari kegiatan membaca mereka. Sudah saatnya pemerintah bergerak untuk merangsang masyarakat agar mau membaca.

Jadi, mengakhiri tulisan ini saya ingin menyampakian sebuah kesimpulan bahwa bukan rahasia lagi, membaca merupakan hal yang sangat penting. Ini terbukti dari adanya surah Al-Qur’an yang menjelaskan.

“Bacalah dengan nama Tuhanmu , yang telah menjadikan manusia dari segumpal darah . Bacalah lah dan Tuhanmu sangat pemurah yang telah mengajarkan manusia dengan pena, yang telah mengajarkan manusia tentang apa yang tidak diketahuinya.”

Ayat ini seolah menjadi pencerah bahwa ternyata membaca itu bukan hanya sebatas kebutuhan semata, akan tetapi membaca memang telah menjadi kewajiban. Yaitu kewajiban bagi orang-orang yang ingin berkembang. Yaitu kewajiban bagi orang-orang yang ingin maju.

Mari kembangkan diri dan bangsa dengan MEMBACA!

Oleh :
Risal Mursalim
Direktur Cabang MINDSET ENGLISH CENTER Bone

Editor : Enal Shaenal

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *